Monday, November 5, 2018

PERUBAHAN SOSIAL




BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Secara biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan menurut Ensiklopedi Amerika,perilaku adalah suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungan. Perilaku timbul apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan. Menurut Ribert Kwick(1974) perilaku adalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Secara umum perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai manivestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.  Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil.  Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak.  Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Individu tidak dapat terpisahkan dari kelompok, begitu juga kelompok tidak dapat terpisahkan dari masyarakat. Ketiga aspek itu saling berkaitan. Apabila keadaan individu baik, keadaan kelompok juga akan baik dan begitu juga sebaliknya.
Perubahan dalam masyarakat dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain pembangunan dan modernisasi. Pembangunan merupakan suatu perubahan yang pada umunya terjadi karena disengaja.
Modernisasi merupakan perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam seluruh aspeknya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju hal-hal yang bersifat modern yang memungkinkan ternjadinya proses pergeseran sikap dan mentalitas warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan zaman.
Modernisasi terjadi di hampir seluruh aspek atau bidang hidup masyarakat seperti pendidikan, agama, politik, kesehatan, ekonomi, teknologi dan lain-lain. Namun modernisasi berbeda dengan westernisasi. Westernisasi adalah sikap meniru dan menerapkan unsur kebudayaan barat sebagaimana adanya, tanpa diseleksi (Ruswanto, 2009b). Dikatakan lebih jauh oleh Ruswanto (2009b) westernisasi terjadi melalui interaksi sosial yang berupa kontak sosial langsung ataupun tidak langsung, seperti melalui media massa dan lain-
2.      RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latarbelakang diatas, masalah yang diangkat penulis sebagai berikut:
1.      Faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem personalia (perilaku indidu)
2.      Faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem peradaban (civilization)?
3.      Bagaimana hubungan antara perubahan sistem personalia(perilaku individu) terhadap perubahan sistem peradaban (civilization)?
3.      TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai adalah:

1.      Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan dalam sistem personalia (perilaku indidu)
2.       Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan dalam sistem peradaban (civilization)
3.      Untuk mengetahui hubungan antara perubahan sistem personalia(perilaku individu) terhadap perubahan sistem peradaban (civilization)








BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sistem Personalia
            Suatu perbuatan dimulai dengan adanya suatu ketidakseimbangan dalam diri individu, hal ini menimbulkan kebutuhan kemudian timbul gerakan atau motif untuk berperilaku dan terjadilah keseimbangan dalam diri seperti rasa puas dan gembira. Keadaan seimbang itu tidak akan berlangsung untuk selama-lamanya, karena setelah beberapa saat akan timbul ketidakseimbangan lagi, yang menyebabkan seluruh proses motivasi terulang.
Faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku manusia juga dapat dilihat dari:
1.      Faktor Internal
Perilaku manusia adalah corak kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam dirinya. Faktor-faktor intern yang dimaksud adalah:
a.    Jenis Ras atau Keturunan
Setiap ras yang ada di dunia memperlihatkan perilaku yang khas. Perilaku khas ini berbeda pada setiap ras, karena memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual. Demikian pula beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang berbeda pula.
b.    Jenis Kelamin
Perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara berpakaian, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas pekerjaan. Perbedaan ini bisa dimungkikan karena faktor hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Wanita seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang laki-laki cenderung berperilaku atau bertindak atas pertimbangan rasional.
c.     Sifat Fisik
Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak teman.
d.    Kepribadian
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas untuk manusia itu. Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang jelas sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-harinya.
e.     Intelegensi
Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, perilaku individu sangat dipengaruhi oleh intelegensia. Perilaku yang dipengaruhi oleh intelegensia adalah perilaku intelegen di mana seseorang dapat bertindak secara cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil keputusan.
f.      Bakat
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya berupa kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan sebagainya.

2.      Faktor Eksternal
a.     Pendidikan
Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil dari proses belajar mengajar adalah seperangkat perubahan perilaku. Dengan demikian pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan rendah.
b.     Agama
Agama akan menjadikan individu berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.
c.     Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Perilaku seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya, misalnya perilaku orang Jawa dengan perilaku orang Papua.
d.     Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.
e.     Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang.    
2.2  Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sistem peradaban (civilization)
Terjadinya perubahan dalam masyarakat, pada prinsipnya berasal dari sifat manusia yang tidak akan pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya. Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri (internal) atau faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri (eksternal). Soekanto (dalam Wrahatnala, 2009); Wrahatnala, (2009); Maryati & Suryawati (2010) menjelaskan faktor-faktor yang dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:
1.      Kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana individu tidak sanggup memelihara dirinya sendiri secara layak serta tidak mampu memanfaatkan tenaga mental dan fisiknya dalam kelompoknya (Maryati & Suryawati, 2010). Dengan situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, maka semakin banyak masyarakat yang masuk ke dalam kategori ini. Kemiskinan membawa berbagai perubahan dalam masyarakat.    .
2.      Adanya Pertambahan penduduk 
Pertambahan penduduk menyebabkan adanya konsekuensi adanya penambahan tempat tinggal, lapangan pekerjaan, sistem kekeluargaan, kebutuhan akan bahan makanan dan lain-lain.     
3.       Adanya konflik sosial  
Konflik sosial dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Salah satunya karena konflik sosial membawa potensi adanya kekerasan dalam masyarakat. Contohnya adalah perseteruan antara pendukung sepak bola, tawuran dan lain-lain. Meski demikian tidak setiap konflik sosial berakhir dengan kekerasan.     
4.      Adanya pemberontakan     
Pemberontakan seperti revolusi, dan sejenisnya dapat membawa perubahan dalam masyarakat di sekitarnya.
5.      Berkurangnya penduduk   
Berkurangnya penduduk dapat disebabkan karena bencana alam, peperangan, atau dan lain sebagainya.          
6.      Inovasi atau Penemuan baru   
Penemuan baru juga dapat membawa perubahan dalam masyarakat.
7.      Lingkungan alam   
Perubahan yang terjadi di lingkungan alamiah kita dapat membawa suatu perubahan dalam masyarakat.    
8.      Peperangan   
Peperangan adalah  pertentangan antara kelompok masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Peperangan dianggap sebagai pembawa perubahan dalam masyarakat karena dengan terjadinya peperangan, maka dapat menyebabkan disorganisasi dalam kelompok yang berperang, tidak perduli apakah mereka menang atau kalah (Maryati & Suryawati, 2010).      
9.      Kebudayaan masyarakat lain   
Salah satu pembawa perubahan dalam masyarakat adalah adanya kebudayaan dari kelompok masyarakat lain, misalnya dari negara lain. 
2.1    Hubungan antara perubahan sistem personalia(perilaku individu) dan perubahan sistem peradaban (civilization)
Individu tidak dapat terpisahkan dari kelompok, begitu juga kelompok tidak dapat terpisahkan dari masyarakat. Ketiga aspek itu saling berkaitan. Apabila keadaan individu baik, keadaan kelompok juga akan baik dan begitu juga sebaliknya. Perubahan sistem personalia(perilaku individu) yang terjadi dan dialami oleh setiap individu tidak terlepas dari perubahan sistem peradaban.








BAB III
KESIMPULAN
Perubahan terjadi dalam setiap sendi kehidupan masyarakat,   Kita semua berharap pada setiap perubahan terjadi yang akan mewujudkan harapan dan cita-cita setiap individu sebagai personalitas dan masyarakat sebagai komplementer.
Karena terwujudnya suatu tatanan kehidupan yang harmonis dalam suatu lingkungan yang damai adalah harapan setiap insan di dunia dan meskipun dengan meniadakan sama sekali terjadinya konflik adalah suatu hal yang tidak mungkin disebabkan banyaknya kepentingan individu (egoistis, atomistis) dalam mencapai tujuannya dan individu di dalam suatu masyarakat (kolektivistis) terkadang memungkinkan  terjadinya konflik dan penyerapan konflik diupayakan melalui hasrat yang bersifat mengatur atau menjaga keseimbangan karena apabila tidak suatu fungsi yang mengatur atau menjaga keseimbangan maka kedua kepentingan tersebut akan tidak dapat dikendalikan.

DAFTAR PUSTAKA
Dewati, Rangga.2014.  Bahan Ajar Sosiologi Semester 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
https://infosos.wordpress.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/ diakses tanggal 5 April 2018
Maryati, Juju Suryawati. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Gelora Aksara Pratama
Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi Pengantar. Jakarta : Rajawali Press
Solihat, Ihat.2014. Bahan Ajar Perilaku Manusia dan Lingkungan Sosial. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
TaupanM.Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X. Bandung : Penerbit Yrama Widya