Thursday, November 28, 2019

Pengertian Minat baca_kanustalame

Minat merupakan unsur penting yang ikut menentukan untuk menjalankan tugas atau pekerjaan. Dalam bahasa sehari-hari dikenal istilah kesukaan yang artinya lebih kurang sama dengan minat. Kelancaran dan keberhasilan orang dalam menjalankan tugas makin besar peluangnya kalau ia ada keterkaitan akan pekerjaan yang dilakukannya itu (Munandir, 1996: 145). Minat berarti kecenderungan hati (keinginan, kesukaan) terhadap sesuatu. Semakin besar minat seseorang terhadap sesuatu perhatiannya lebih mudah tercurah pada hal tersebut. Menurut Ginting (2003: 98). Minat sebagai suatu kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk tertarik pada bidang atau hal yang tertentu dan merasa senang pada bidang itu (Winkel). Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto 1991: 182). Minat erat sekali hubungannya dengan perasaan suka atau tidak suka, tertarik atau tidak tertarik, senang atau tidak senang (Santoso, 1988: 10). Dari pengertian ini terdapat beberapa unsur yang terkandung dalam minat yaitu: (1) kecenderungan yang mantap dalam diri subjek, (2) rasa tertarik, suka atau senang terhadap objek tertentu, dan (3) ketertarikan dan aktivitas tanpa paksaan. Dengan demikian pengertian minat dapat dirumuskan sebagai suatu kecenderungan yang relatif mantap pada diri dan biasanya disertai dengan rasa ketertarikan untuk melakukan aktivitas dengan perasaan senang tanpa paksaan. Apabila individu sudah mempunyai minat terhadap suatu objek atau aktivitas tertentu, maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut suka terhadap objek atau aktivitas tersebut dan dalam dirinya timbul perhatian dan kesediaan untuk mengikuti secara aktif(B. Suryosubroto 1988: 109). Dalam proses pembelajaran, minat dan perhatian merupakan prasyarat untuk belajar oleh karena itu tugas pertama pengembang pembelajaran adalah menciptakan lingkungan belajar yang menarik, bermanfaat dan cukup menantang bagi siswa. Karakteristik” menarik, bermanfaat dan cukup menantang ”ini tidak hanya berasal dari materi pelajaran itu sendiri tetapi dapat juga berasal dari cara materi tersebut dibahas (Keller dalam Wuryani 2002:367). Suatu minat dapat di ekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Minat bersifat subjektif dimana minat di antara siswa adalah berbeda-beda. Demikian pula perbedaan minat terhadap pelajaran di sekolah antara siswa yang satu dengan yang lain pada umumnya berbeda pula(Slameto, 2003:180).. Menurut Strong, yang mengembangkan ”tes” minat Strong Vocational Interst Blank, minat itu bukan suatu satuan psikologis yang berdiri sendiri melainkan hanyalah merupakan salah satu dari beberapa segi tingkah laku. Orang yang berminat pada sesuatu memberikan perhatian kepadanya, mencarinya, mengarahkan dirinya kepadanya atau berusaha mencapai atau memperoleh sesuatu yang bernilai baginya. Minat menunjukkan kemungkinan apa yang dilakukan orang, bukan bagaimana ia akan melakukan hal itu atau bagaimana baiknya ia melakukan hal itu. Kalau definisi tersebut diterapkan maka minat karier seorang siswa ialah kecenderungan umum siswa itu untuk tertarik terhadap kelompok kegiatan orang-orang dalam melakukan kegiatan kerja suatu bidang pekerjaan, misalnya saja pekerjaan kesekretariatan, pekerjaan ilmiah, atau pekerjaan bidang seni (Munandir, 1996: 147). Kata minat memiliki arti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Jadi harus ada sesuatu yang ditimbulkan, baik dari dalam dirinya maupun dari luar untuk menyukai sesuatu. Hal ini menjadi sebuah landasan penting untuk mencapai keberhasilan sesuatu karena dengan adanya minat, seseorang menjadi termotivasi tertarik untuk melakukan sesuatu. Minat ditandai dengan rasa suka dan terkait pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Artinya, harus ada kerelaan dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang disukai. Dengan demikian, timbulnya minat terjadi karena adanya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar dirinya. Semakin kuat atau semakin besar hubungan tersebut maka semakin dekat minat seseorang. Adanya minat dalam diri seseorang juga dapat diungkapkan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung lebih menyukai sesuatu hal dari pada yang lain. Minat dapat pula diungkapkan dalam suatu aktivitas tertentu. Seseorang yang memiliki minat terhadap sesuatu akan memberikan perhatian lebih besar terhadap benda tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdiknas, 2001: 744). B Pengertian Membaca Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan di Sekolah Dasar. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain dan merupakan satu kesatuan. Kegiatan membaca merupakan kegiatan reseptif, suatu bentuk penyerapan yang aktif. Dalam kegiatan membaca, pikiran dan mental dilibatkan secara aktif, tidak hanya aktifitas fisik saja. Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Dengan kata lain, membaca adalah memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2005: 83), Membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencangkup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi serta maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan (Akhadiah 1991: 22). Klein, dkk. (Farida Rahim, 2005: 3) mengemukakan bahwa Definisi membaca mencakup : 1. Membaca merupakan suatu proses Membaca merupakan suatu proses dimaksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna. 2. Membaca adalah strategis Pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruk makna ketika membaca. 3. Membaca merupakan interaktif Orang yang senang membaca suatu teks yang bermanfaat, akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya, teks yang dibaca seseorang harus mudah dipahami sehingga terjadi interaksi antara pembaca dan teks. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Tarigan 1979:7) mengutip pendapat Hodgson. Membaca ditinjau dari sudut lingkungan bahwa membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process). Oleh karena itu, dalam membaca diperlukan kejelian pembaca untuk mengetahui isi yang tersurat ataupun yang tersirat Anderson (Tarigan, 1979:7). Membaca yaitu melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, dengan melisankan atau hanya melafalkan dalam hati. Membaca adalah proses mendapatkan arti, proses berfikir mengartikan dan menafsirkan arti, menerapkan ide-ide dari lambang (Moeliono, dkk 1996:72). Berbagai pendapat tentang membaca antara lain Suwaryono (1989:1-2) mengemukakan sebagai berikut: a. Membaca adalah proses mendapatkan arti, proses berfikir mengartikan dan menafsirkan arti, menerapkan ide-ide dari lambang b. Membaca yang diartikan sebagai proses psikologi untuk menentukan arti kata-kata tertulis c. Membaca melibatkan penglihatan, gerak mata, pembicaraan batin, ingatan dan pengetahuan mengenai kata. d. Membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengarahkan sejumlah tindakan yang terpisah-pisah yang meliputi : orang yang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati dan mengingat-ingat, kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita. Pemahaman dan kecepatan efektif menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk itu (Tampubolon, 1990: 22) tergantung beberapa definisi membaca tersebut,secara singkat dapat diketahui bahwa hakekat membaca adalah aktivitas yang melibatkan penglihatan, gerak mata, pembicaran batin, ingatan mengenai kata-kata atau simbol-simbol bahasa. Ciri-ciri membaca yang efisien menurut Gie (1988: 116) yaitu: a. Mempunyai kebiasaan-kebiasaan baik dalam membaca b. Mengerti isi buku c. Masih ingat sebagian isi buku sehabis membaca d. Dapat membaca cepat Keempat hal ini penting guna mencapai tujuan membaca yaitu untuk menyerap informasi dari bahan bacaan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa membaca yang dimaksudkan disini adalah kegiatan yang mewujudkan lahirnya komunikasi antara seseorang dan bahan-bahan bacaan sebagai salah satu bentuk upaya pemenuhan kebutuhan dan tujuan tertentu. Kebutuhan dan tujuan yang ingin diperoleh lewat bahan-bahan bacaan itu pada dasarnya berupa berbagai pengalaman yang dapat berfungsi sebagai informasi bagi kehidupan dan kepentingan yang lain atau pengalaman etis dan estetis sebagai alat atau sarana bagi pemenuhan kebutuhan efektif. Dengan memperoleh informasi, membaca dapat dijadikan sebagai a tool subject yang dapat dipandang sebagai suatu proses karena kegiatan membaca merupakan salah satu bagian dari pola perkembangan umum dan indikator proses perkembangan seseorang (Dawson dan Bamman dalam Rachman, 1985: 16-17). Minat baca ialah keinginan yang kuat disertai dengan usaha-usaha seseorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri atau dorongan dari luar (Farida Rahim 2005: 28). Minat baca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri atau dorongan dari luar. Minat membaca juga merupakan perasaan senang seseorang terhadap bacaan karena adanya pemikiran bahwa dengan membaca itu dapat diperoleh kemanfaatan bagi dirinya. Minat baca merupakan suatu kecenderungan kepemilikan keinginan atau ketertarikan yang kuat dan disertai usaha-usaha yang terus menerus pada diri seseorang terhadap kegiatan membaca yang dilakukan secara terus menerus dan diikuti dengan rasa senang tanpa paksaan, atas kemauannya sendiri atau dorongan dari luar sehingga seseorang tersebut mengerti atau memahami apa yang dibacanya menurut Herman Wahadaniah (Yunita Ratnasari, 2011: 16).

No comments:

Post a Comment