BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR
BELAKANG
Secara
biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang
bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan
menurut Ensiklopedi Amerika,perilaku
adalah suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungan. Perilaku timbul apabila
ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan.
Menurut Ribert Kwick(1974) perilaku adalah tindakan atau perilaku suatu
organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Secara umum perilaku
manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan
sebagai manivestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Individu merupakan unit
terkecil pembentuk masyarakat.
Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil
dari kelompok
masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih
kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga
terdiri dari ayah,
ibu,
dan anak. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda.
Individu
tidak dapat terpisahkan dari kelompok, begitu juga kelompok tidak dapat
terpisahkan dari masyarakat. Ketiga aspek itu saling berkaitan. Apabila keadaan
individu baik, keadaan kelompok juga akan baik dan begitu juga sebaliknya.
Perubahan
dalam masyarakat dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain pembangunan dan
modernisasi. Pembangunan merupakan suatu perubahan yang pada umunya terjadi
karena disengaja.
Modernisasi
merupakan perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam seluruh aspeknya dari
hal-hal yang bersifat tradisional menuju hal-hal yang bersifat modern yang
memungkinkan ternjadinya proses pergeseran sikap dan mentalitas warga
masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan zaman.
Modernisasi
terjadi di hampir seluruh aspek atau bidang hidup masyarakat seperti
pendidikan, agama, politik, kesehatan, ekonomi, teknologi dan lain-lain. Namun
modernisasi berbeda dengan westernisasi. Westernisasi adalah sikap meniru dan
menerapkan unsur kebudayaan barat sebagaimana adanya, tanpa diseleksi
(Ruswanto, 2009b). Dikatakan lebih jauh oleh Ruswanto (2009b) westernisasi
terjadi melalui interaksi sosial yang berupa kontak sosial langsung ataupun
tidak langsung, seperti melalui media massa dan lain-
2. RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latarbelakang diatas, masalah yang diangkat penulis sebagai berikut:
1. Faktor
apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem personalia (perilaku
indidu)
2. Faktor
apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem peradaban
(civilization)?
3. Bagaimana
hubungan antara perubahan sistem personalia(perilaku individu) terhadap
perubahan sistem peradaban (civilization)?
3.
TUJUAN
Berdasarkan
rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai adalah:
1. Untuk
mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan dalam sistem personalia
(perilaku indidu)
2. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan
dalam sistem peradaban (civilization)
3. Untuk
mengetahui hubungan antara perubahan sistem personalia(perilaku individu)
terhadap perubahan sistem peradaban (civilization)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan sistem Personalia
Suatu
perbuatan dimulai dengan adanya suatu ketidakseimbangan dalam diri individu,
hal ini menimbulkan kebutuhan kemudian timbul gerakan atau motif untuk
berperilaku dan terjadilah keseimbangan dalam diri seperti rasa puas dan
gembira. Keadaan seimbang itu tidak akan berlangsung untuk selama-lamanya,
karena setelah beberapa saat akan timbul ketidakseimbangan lagi, yang
menyebabkan seluruh proses motivasi terulang.
Faktor-
faktor yang mempengaruhi perilaku manusia juga dapat dilihat dari:
1.
Faktor
Internal
Perilaku
manusia adalah corak kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor yang ada
dalam dirinya. Faktor-faktor intern yang dimaksud adalah:
a. Jenis
Ras atau Keturunan
Setiap
ras yang ada di dunia memperlihatkan perilaku yang khas. Perilaku khas ini
berbeda pada setiap ras, karena memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku
ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam
kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong,
agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual. Demikian pula
beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang berbeda pula.
b. Jenis
Kelamin
Perbedaan
perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara berpakaian, melakukan
pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas pekerjaan. Perbedaan ini bisa
dimungkikan karena faktor hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian
tugas. Wanita seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang
laki-laki cenderung berperilaku atau bertindak atas pertimbangan rasional.
c. Sifat
Fisik
Kretschmer
Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya.
Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis.
Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak
teman.
d. Kepribadian
Kepribadian
adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang
digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik
yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan
kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas untuk manusia itu.
Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang jelas sangat berpengaruh
terhadap perilaku sehari-harinya.
e. Intelegensi
Intelegensia
adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara
terarah dan efektif. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, perilaku individu
sangat dipengaruhi oleh intelegensia. Perilaku yang dipengaruhi oleh
intelegensia adalah perilaku intelegen di mana seseorang dapat bertindak secara
cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil keputusan.
f. Bakat
Bakat
adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan
khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya
berupa kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan sebagainya.
2. Faktor
Eksternal
a.
Pendidikan
Inti
dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil dari proses
belajar mengajar adalah seperangkat perubahan perilaku. Dengan demikian
pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang
berpendidikan tinggi akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan
rendah.
b.
Agama
Agama
akan menjadikan individu berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang
diajarkan oleh agama yang diyakininya.
c.
Kebudayaan
Kebudayaan
diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Perilaku
seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada
kebudayaan lainnya, misalnya perilaku orang Jawa dengan perilaku orang Papua.
d.
Lingkungan
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik,
biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan
perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan
bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan
lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.
e.
Sosial Ekonomi
Status
sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang
diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan
mempengaruhi perilaku seseorang.
2.2 Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya perubahan sistem peradaban (civilization)
Terjadinya
perubahan dalam masyarakat, pada prinsipnya berasal dari sifat manusia yang
tidak akan pernah puas dan mudah bosan dengan keadaan yang dialaminya.
Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam
masyarakat itu sendiri (internal) atau faktor-faktor yang berasal dari luar
masyarakat itu sendiri (eksternal). Soekanto (dalam Wrahatnala, 2009);
Wrahatnala, (2009); Maryati & Suryawati (2010) menjelaskan faktor-faktor
yang dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Adapun faktor-faktor tersebut
adalah:
1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu keadaan
dimana individu tidak sanggup memelihara dirinya sendiri secara layak serta
tidak mampu memanfaatkan tenaga mental dan fisiknya dalam kelompoknya (Maryati
& Suryawati, 2010). Dengan situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu,
maka semakin banyak masyarakat yang masuk ke dalam kategori ini. Kemiskinan
membawa berbagai perubahan dalam masyarakat.
.
2. Adanya
Pertambahan penduduk
Pertambahan penduduk menyebabkan
adanya konsekuensi adanya penambahan tempat tinggal, lapangan pekerjaan, sistem
kekeluargaan, kebutuhan akan bahan makanan dan lain-lain.
3. Adanya konflik sosial
Konflik sosial dapat membawa
perubahan dalam masyarakat. Salah satunya karena konflik sosial membawa potensi
adanya kekerasan dalam masyarakat. Contohnya adalah perseteruan antara
pendukung sepak bola, tawuran dan lain-lain. Meski demikian tidak setiap
konflik sosial berakhir dengan kekerasan.
4. Adanya
pemberontakan
Pemberontakan seperti revolusi, dan
sejenisnya dapat membawa perubahan dalam masyarakat di sekitarnya.
5. Berkurangnya
penduduk
Berkurangnya penduduk dapat
disebabkan karena bencana alam, peperangan, atau dan lain sebagainya.
6. Inovasi
atau Penemuan baru
Penemuan baru juga dapat membawa
perubahan dalam masyarakat.
7. Lingkungan
alam
Perubahan yang terjadi di
lingkungan alamiah kita dapat membawa suatu perubahan dalam masyarakat.
8. Peperangan
Peperangan adalah pertentangan antara kelompok masyarakat yang
satu dengan yang lainnya. Peperangan dianggap sebagai pembawa perubahan dalam
masyarakat karena dengan terjadinya peperangan, maka dapat menyebabkan
disorganisasi dalam kelompok yang berperang, tidak perduli apakah mereka menang
atau kalah (Maryati & Suryawati, 2010).
9. Kebudayaan
masyarakat lain
Salah satu pembawa perubahan dalam
masyarakat adalah adanya kebudayaan dari kelompok masyarakat lain, misalnya
dari negara lain.
2.1 Hubungan
antara perubahan sistem personalia(perilaku individu) dan perubahan sistem
peradaban (civilization)
Individu tidak dapat terpisahkan dari kelompok,
begitu juga kelompok tidak dapat terpisahkan dari masyarakat. Ketiga aspek itu
saling berkaitan. Apabila keadaan individu baik, keadaan kelompok juga akan
baik dan begitu juga sebaliknya. Perubahan sistem personalia(perilaku individu)
yang terjadi dan dialami oleh setiap individu tidak terlepas dari perubahan
sistem peradaban.
BAB
III
KESIMPULAN
Perubahan
terjadi dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, Kita
semua berharap pada setiap perubahan terjadi yang akan mewujudkan harapan dan
cita-cita setiap individu sebagai personalitas dan masyarakat sebagai
komplementer.
Karena
terwujudnya suatu tatanan kehidupan yang harmonis dalam suatu lingkungan yang
damai adalah harapan setiap insan di dunia dan meskipun dengan meniadakan sama
sekali terjadinya konflik adalah suatu hal yang tidak mungkin disebabkan
banyaknya kepentingan individu (egoistis, atomistis) dalam mencapai tujuannya
dan individu di dalam suatu masyarakat (kolektivistis) terkadang memungkinkan terjadinya konflik dan penyerapan konflik
diupayakan melalui hasrat yang bersifat mengatur atau menjaga keseimbangan
karena apabila tidak suatu fungsi yang mengatur atau menjaga keseimbangan maka
kedua kepentingan tersebut akan tidak dapat dikendalikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dewati, Rangga.2014. Bahan Ajar Sosiologi Semester 2. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
https://infosos.wordpress.com/kelas-xii-ips/perubahan-sosial/
diakses tanggal 5 April 2018
Maryati, Juju
Suryawati. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Gelora Aksara Pratama
Soekanto,
Soerjono. 2007. Sosiologi Pengantar. Jakarta : Rajawali Press
Solihat, Ihat.2014. Bahan Ajar Perilaku Manusia dan
Lingkungan Sosial. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
TaupanM.Sosiologi
untuk SMA/MA Kelas X. Bandung : Penerbit Yrama Widya
No comments:
Post a Comment