Monday, April 16, 2018


  BAB II
 PROSES SOSIAL INTERAKSI SOSIAL 
 Proses -proses social adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok-kelompok social saling bertemu dan menentukan system serta bentuk hubungan atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan kata lain, proses social diartikan sebagai pengaruh timbalbalik antara pelbagai segi kehidupan bersama.  Menurut Adham Nasution; proses sosial dalah proses kelompok-kelompok dan individu-individu saling berhubungan, yang merupakan bentuk antara aksi sosial, ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu sama lain. Kemudian ditegaskan lagi, bahwa proses sosial adalah rangkaian human actions (sikap/tindakan manusia) yang merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain.
Menurut Roucek dan Warren, Interaksi adalah satu proses, melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut menjadi unsur penggerak bagi tidak balas dari kelompok yang lain. Ia adalah suatu proses timbal balik, dengan mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku orang lain.
Interaksi Sosial Sebagai Faktor Utama Dalam Kehidupan Sosial
Faktor-faktor yang mendukung berlangsungnya proses interaksi: (a) Factor imitasi. Salah satu segi positifnya adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku,(b) Sugesti. Seseorang member suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain, (c) Identifikasi. Merupakan kecenderungan-kecenderungan dan keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjad sama dengan pihak lain, dan (d) Simpati. Suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi social merupakan hubungan social yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok, maupun antara individu dengan kelompok. Dalam proses sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial apabila telah memenuhi persyaratan sebagai aspek kehidupan bersama, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi social.
a.       Kontak Sosial
Kontak social dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu: (1) antara orang perorangan; (2) antara orang perorangan dengan satu kelompok manusia; (3) antara satu kelompok manusia dengan manusia lainnya
b.      Komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah syarat pokok lain dari pada proses sosial. Komunikasi sosial mengandung pengertian persamaan pandangan antara orang-orang yang berinteraksi terhadap sesuatu. Memberikan tafsiran pada perikelakuan orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap) perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi, maka sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui dan dipahami oleh pihak orang atau sekelompok orang lain. Hal ini berarti, apabila suatu hubungan sosial tidak terjadi komunikasi atau tidak saling mengetahui dan tidak saling memahami maksud masing-masing pihak, maka dalam keadaan demikian tidak terjadi kontak sosial. Dalam komunikasi dapat terjadi banyak sekali penafsiran terhadap perilaku dan sikap masing-masing orang yang sedang berhubungan; misalnya jabatan tangan dapat ditafsirkan sebagai kesopanan, persahabatan, kerinduan, sikap kebanggan dan lain-lain.
Bentuk-Bentuk Proses Sosial
a.       Proses-Proses yang Asosiatif
1.      Kerja sama
Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut, kesadaran akan adanta kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna. Ada lima bentuk kerja sama yaitu (a) kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong,(b) bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih,(c) kooptasi suatu proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncagan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan, (d) koalisi kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama dan (e) joint venture yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
2.      Akomodasi
Tujuan akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu.(a) Untuk mengurangi pertentangan antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Akomodasi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sintesa antara kedua pendapat tersebut, agar menghasilkan suatu pola yang baru,(b) mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer,(c) untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok social yang hidupnya terpisah sebagai akibat factor-faktor social psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal system berkasta,(d) mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok social yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas.
Bentuk -bentuk akomodasi, sebagai suatu proses mempunyai beberapa bentuk yaitu: (a) coercion adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilakukan oleh karena adanya paksaan (b) compromise adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terjadi saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada (c) arbitration merupakan suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri (d) mediation hampir menyerupai arbitration. Pada mediation diundanglah pihak ketiga yang netral dalam perselisihan yang ada (e) conciliation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama (f) toleration merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya (g) stalemate merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya dan (h) adjudication yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Hasil-hasil akomodasi antara lain adalah: (a) akomodasi dan integrasi masyarakat (b) menekan oposisi (c) koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda (d) perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah (e) perubahan-perubahan dalam kedudukan dan (f) akomodasi membuka jalan kearah asimilasi.
Asimilasi
Proses asimilasi timbul bila ada. (1) kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya; (2) orang perorang sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang sama; (3) kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.
faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain adalah: (1) toleransi; (2) kesempatan-kesempatan yang seimbang dibidang ekonomi; (3)  sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya; (4) sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat; (5) persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan; (6) perkawinan campuran dan (7) adanya musuh bersama dari luar.
Proses Disasosiasi
1.      Persaingan (competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses social, dimana individu atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman. Persaingan ada dua tipe yaitu yang bersifat pribadi dan yang tidak bersifat pribadi.
Bentuk-Bentuk Peraingan dan Fungsi-Fungsi Persaingan
Bentuk -bentuk persaingan adalah: (a) persaingan ekonomi, (b) persaingan kebudayaan, (c) persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan yang tertentu dalam masyarakat, (d) persaingan karena perbedaan ras. Sedangkan, Fungsi-fungsi persaingan adalah: (a) untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif, (b) sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian tersalurkan dengan sebaik-baiknya, (c) sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan seleksi social, (d) sebagai alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya untuk mengadakan pembagian kerja. Dan Hasil suatu persaingan adalah: (a) perubahan kepribadian seseorang, (b) kemajuan, (c) solidaritas kelompok, (d) disorganisasi.
2.      Kontravensi 
Kontravensi merupakan bentuk proses social yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsure-unsur kebudayaan golongan tertentu. Bentuk-bentuk kontravensi yaitu (a) Perbuatan penolakan, perlawanan, dan lain-lain, (b) Menyangkal pernyataan orang lain dimuka umum, (c) Melakukan penghasutan, (d) Berkhianat, (e) Mengejutkan lawan dan lain-lain.
3.      Pertentangan 
Pertententangan  atau pertikaian adalah suatu proses social dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan manantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Sebab musabab atau akar-akar pertentangan adalah: (a) Perbedaan individu-individu, (b) Perbedaan kebudayaan, (c) Perbedaan kepentingan, (d) Perubahan social. Bentuk-bentuk pertentangan adalah: (a) Pertentangan pribadi, (b) Pertentangan rasial, (c) Pertentangan antara kelas-kelas social, umumnya disebabkan oleh karena adanya perbedaan-perdaan kepentingan, (d) Pertentangan politik, (e) Pertentangan yang bersifat internasional. Akibat-akibat dari bentuk-bentuk pertentangan adalah antara lain: (a) Tambahnya solidaritas in-group, (b) Mungkin sebaliknya yang terjadi, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok, (c) Perubahan kepribadian, (d) Akomodasi, dominasi dan takhluknya satu pihak tertentu. 

No comments:

Post a Comment