BAB II
PROSES SOSIAL INTERAKSI SOSIAL
Proses -proses
social adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu
dan kelompok-kelompok social saling bertemu dan menentukan system serta bentuk
hubungan atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang
menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan kata lain,
proses social diartikan sebagai pengaruh timbalbalik antara pelbagai segi
kehidupan bersama. Menurut Adham
Nasution; proses sosial dalah proses kelompok-kelompok dan
individu-individu saling berhubungan, yang merupakan bentuk antara aksi sosial,
ialah bentuk-bentuk yang nampak kalau kelompok-kelompok manusia atau orang
perorangan mengadakan hubungan satu sama lain. Kemudian ditegaskan lagi, bahwa
proses sosial adalah rangkaian human actions (sikap/tindakan manusia) yang
merupakan aksi dan reaksi atau challenge dan respons di dalam hubungannya satu
sama lain.
Menurut Roucek dan Warren, Interaksi
adalah satu proses, melalui tindak balas tiap-tiap kelompok berturut-turut
menjadi unsur penggerak bagi tidak balas dari kelompok yang lain. Ia adalah
suatu proses timbal balik, dengan mana satu kelompok dipengaruhi tingkah laku
reaktif pihak lain dan dengan berbuat demikian ia mempengaruhi tingkah laku
orang lain.
Interaksi Sosial Sebagai Faktor
Utama Dalam Kehidupan Sosial
Faktor-faktor
yang mendukung berlangsungnya proses interaksi: (a) Factor imitasi. Salah satu
segi positifnya adalah dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah
dan nilai-nilai yang berlaku,(b) Sugesti. Seseorang member suatu pandangan atau
suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain,
(c) Identifikasi. Merupakan kecenderungan-kecenderungan dan keinginan-keinginan
dalam diri seseorang untuk menjad sama dengan pihak lain, dan (d) Simpati.
Suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain.
Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi
Sosial
Interaksi
social merupakan hubungan social yang dinamis, menyangkut hubungan antara
individu, antara kelompok, maupun antara individu dengan kelompok. Dalam proses
sosial baru dapat dikatakan terjadi interaksi sosial apabila telah memenuhi
persyaratan sebagai aspek kehidupan bersama, yaitu adanya kontak sosial dan
komunikasi social.
a.
Kontak Sosial
Kontak social dapat berlangsung
dalam tiga bentuk yaitu: (1) antara orang perorangan; (2) antara orang
perorangan dengan satu kelompok manusia; (3) antara satu kelompok manusia
dengan manusia lainnya
b.
Komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah syarat
pokok lain dari pada proses sosial. Komunikasi sosial mengandung pengertian
persamaan pandangan antara orang-orang yang berinteraksi terhadap sesuatu. Memberikan
tafsiran pada perikelakuan orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak
badaniah atau sikap) perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang
tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan
yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi, maka
sikap dan perasaan di satu pihak orang atau sekelompok orang dapat diketahui
dan dipahami oleh pihak orang atau sekelompok orang lain. Hal ini berarti,
apabila suatu hubungan sosial tidak terjadi komunikasi atau tidak saling
mengetahui dan tidak saling memahami maksud masing-masing pihak, maka dalam
keadaan demikian tidak terjadi kontak sosial. Dalam komunikasi dapat terjadi
banyak sekali penafsiran terhadap perilaku dan sikap masing-masing orang yang
sedang berhubungan; misalnya jabatan tangan dapat ditafsirkan sebagai
kesopanan, persahabatan, kerinduan, sikap kebanggan dan lain-lain.
Bentuk-Bentuk Proses Sosial
a. Proses-Proses yang Asosiatif
1. Kerja sama
Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan
yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan
pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan
tersebut, kesadaran akan adanta kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya
organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.
Ada lima bentuk kerja sama yaitu (a) kerukunan yang mencakup gotong-royong dan
tolong-menolong,(b) bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran
barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih,(c) kooptasi suatu
proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik
dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncagan
dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan, (d) koalisi kombinasi antara dua
organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama dan (e) joint
venture yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
2. Akomodasi
Tujuan akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya,
yaitu.(a) Untuk mengurangi pertentangan antara orang-perorangan atau
kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Akomodasi ini
bertujuan untuk menghasilkan suatu sintesa antara kedua pendapat tersebut, agar
menghasilkan suatu pola yang baru,(b) mencegah meledaknya suatu pertentangan
untuk sementara waktu atau secara temporer,(c) untuk memungkinkan terjadinya
kerja sama antara kelompok-kelompok social yang hidupnya terpisah sebagai akibat
factor-faktor social psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada
masyarakat yang mengenal system berkasta,(d) mengusahakan peleburan antara
kelompok-kelompok social yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran atau
asimilasi dalam arti luas.
Bentuk -bentuk akomodasi, sebagai suatu proses mempunyai beberapa bentuk
yaitu: (a) coercion adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya
dilakukan oleh karena adanya paksaan (b) compromise adalah suatu bentuk
akomodasi dimana pihak-pihak yang terjadi saling mengurangi tuntutannya agar
tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada (c) arbitration
merupakan suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang
berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri (d) mediation hampir
menyerupai arbitration. Pada mediation diundanglah pihak ketiga yang netral
dalam perselisihan yang ada (e) conciliation adalah suatu usaha untuk
mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi
tercapainya suatu persetujuan bersama (f) toleration merupakan suatu
bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya (g) stalemate
merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang bertentangan pada suatu
titik tertentu dalam melakukan pertentangannya dan (h) adjudication
yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Hasil-hasil akomodasi antara lain adalah: (a) akomodasi dan integrasi masyarakat
(b) menekan oposisi (c) koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda (d) perubahan
lembaga-lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan
yang berubah (e) perubahan-perubahan dalam kedudukan dan (f) akomodasi membuka
jalan kearah asimilasi.
Asimilasi
Proses asimilasi timbul bila ada. (1) kelompok-kelompok manusia yang berbeda
kebudayaannya; (2) orang perorang sebagai warga kelompok tadi saling bergaul
secara langsung dan intensif untuk waktu yang sama; (3) kebudayaan-kebudayaan
dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling
menyesuaikan diri.
faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain
adalah: (1) toleransi; (2) kesempatan-kesempatan yang seimbang dibidang
ekonomi; (3) sikap menghargai orang
asing dan kebudayaannya; (4) sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam
masyarakat; (5) persamaan dalam unsure-unsur kebudayaan; (6) perkawinan
campuran dan (7) adanya musuh bersama dari luar.
Proses Disasosiasi
1. Persaingan (competition)
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses social, dimana individu atau
kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang
pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian atau
mempertajam prasangka telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman.
Persaingan ada dua tipe yaitu yang bersifat pribadi dan yang tidak bersifat
pribadi.
Bentuk-Bentuk Peraingan dan
Fungsi-Fungsi Persaingan
Bentuk -bentuk persaingan adalah: (a) persaingan ekonomi, (b) persaingan
kebudayaan, (c) persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan yang
tertentu dalam masyarakat, (d) persaingan karena perbedaan ras. Sedangkan,
Fungsi-fungsi persaingan adalah: (a) untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang
bersifat kompetitif, (b) sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta
nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian tersalurkan dengan
sebaik-baiknya, (c) sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan
seleksi social, (d) sebagai alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya
untuk mengadakan pembagian kerja. Dan Hasil suatu persaingan adalah: (a)
perubahan kepribadian seseorang, (b) kemajuan, (c) solidaritas kelompok, (d)
disorganisasi.
2.
Kontravensi
Kontravensi
merupakan bentuk proses social yang berada antara persaingan dan pertentangan
atau pertikaian kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap
orang-orang lain atau terhadap unsure-unsur kebudayaan golongan tertentu.
Bentuk-bentuk kontravensi yaitu (a) Perbuatan penolakan, perlawanan, dan
lain-lain, (b) Menyangkal pernyataan orang lain dimuka umum, (c) Melakukan
penghasutan, (d) Berkhianat, (e) Mengejutkan lawan dan lain-lain.
3.
Pertentangan
Pertententangan atau pertikaian adalah suatu proses
social dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan
manantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Sebab musabab atau
akar-akar pertentangan adalah: (a) Perbedaan individu-individu, (b) Perbedaan
kebudayaan, (c) Perbedaan kepentingan, (d) Perubahan social. Bentuk-bentuk
pertentangan adalah: (a) Pertentangan pribadi, (b) Pertentangan rasial, (c)
Pertentangan antara kelas-kelas social, umumnya disebabkan oleh karena adanya
perbedaan-perdaan kepentingan, (d) Pertentangan politik, (e) Pertentangan yang
bersifat internasional. Akibat-akibat dari bentuk-bentuk pertentangan adalah
antara lain: (a) Tambahnya solidaritas in-group, (b) Mungkin sebaliknya yang
terjadi, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok, (c) Perubahan
kepribadian, (d) Akomodasi, dominasi dan takhluknya satu pihak tertentu.
No comments:
Post a Comment