BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat menuju ke arah
yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan
dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan sosial yang
terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai dampak bagi
kehidupan masyarakat. Dan para ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang
perubahan sosial tersebut.
Menurut Soekanto
(dalam Wrahatnala, 2009), proses perubahan sosial memiliki ciri-ciri seperti berikut:
1.
Masyarakat
selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat berjalan dengan cepat,
namun juga dapat berjalan dengan lambat.
Perubahan sosial di daerah pedesaan berjalan dengan lebih lambat
dibanding dengan perubahan sosial di kota-kota besar.
2.
Perubahan-perubahan
yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahanperubahan
di lembaga kemasyarakat lain. Hal itu disebabkan karena lembaga-lembaga itu
saling berhubungan satu sama lain serta saling mempengaruhi. Akibatnya, ketika
satu lembaga mengalami perubahan, maka lembaga lain juga akan mengalami hal
yang sama.
3.
.
Perubahan-perubahan yang cepat biasanya akan menyebabkan disorganisasi yang
sifatnya sementara dalam proses penyesuaian. Disorganisasi tersebut akan
diikuti oleh suatu organisasi yang mencakup pemantapan dari kaidah-kaidah dan
nilai-nilai baru
4.
Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada
bidang kebendaan atau bidang spiritual saja, oleh karena keduanya memiliki
kaitan timbal balik
5.
Secara
tipologis, perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai berikut
·
Proses sosial,
yaitu hubungan timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya
antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan politik, antara kehidupan hukum
dengan kehidupan agama, dan lain sebagainya.
·
Segmentasi,
yaitu suatu pembagian sebuah struktur sosial ke dalam segmen-segmen atau
bagianbagian tertentu sesuai dengan kriteria yang dimaksudkan.
·
Perubahan
struktural, yaitu perubahan yang terjadi dalam sebuah susunan yang berupa
jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidahkaidah sosial,
lembaga-lembaga sosial, kelompokkelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
·
Perubahan-perubahan
pada struktur kelompok, yaitu suatu perubahan yang terjadi dalam struktur
kelompok sosial, misalnya perubahan organisasi sosial.
Ciri-ciri proses
perubahan sosial tersebut tentunya menjelaskan pada kita bagaimana “gerakan”
perubahan sosial. Gerakan tersebut tentunya memiliki konsekuensi tersendiri
bagi masyarakat. Aman, Hidayah, Hendrastomo (2009) mengatakan bahwa perubahan
sosial membawa konsekuensi adanya perubahan tatanan baru. Meski demikian,
ibarat pedang bermata dua, perubahan sosial juga memiliki dua sisi, yaitu sisi
positif dan negatif.
Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa
kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu
untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai
hasil yang maksimal. Perubahan kurikulum didasari pada kesadaran bahwa
perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan
global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya.
Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem
pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan
masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaharuan.
Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar 75 tahun sebelum
dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah.
Manusia itu pada umumnya
bersifat konservatif (tertutup) dan guru termasuk golongan itu juga. Guru-guru
lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya karena
cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Mengadakan pembaharuan
memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Tak semua orang suka bekerja
lebih banyak daripada yang diperlukan. Akan tetapi ada pula kalanya, bahwa
guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan
karena peraturan-peraturan administratif. Guru itu hanya diharapkan mengikuti
instruksi atasan.
2. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latarbelakang diatas, masalah yang diangkat penulis sebagai berikut:
1.
Faktor apa yang mempengaruhi perubahan
kurikulum?
2.
Masalah apa yang muncul dalam perubahan
kurikulum?
3. Tujuan
Berdasarkan rumusan
masalah, maka tujuan yang ingin dicapai adalah
1. Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum
2. Untuk
mengetahui masalah yang muncul dalam perubahan kurikulum
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor-faktor yang
mempengaruhi perubahan Kurikulum
Menurut Soetopo dan Soemanto, ada sejumlah
faktor yang dipandang mendorong terjadinya perubahan kurikulum pada berbagai
Negara dewasa ini.
a. Bebasnya sejumlah wilayah tertentu
di dunia ini dari kekuasaan kaum kolonialis. Dengan merdekanya Negara-negara
tersebut, mereka menyadari bahwa selama ini mereka telah dibina dalam suatu
sistem pendidikan yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita-cita nasional
merdeka. Untuk itu , mereka mulai merencanakan adanya perubahan yang cukup
penting di dalam kurikulum dan sistem pendidikan yang ada.
b. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekali. Di satu pihak, perkembangan
dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah menghasilkan
diketemukannya teori-teori yang lama. Di lain pihak, perkembangan di dalam ilmu
pengetahuan psikologi, komunikasi, dan lain-lainnya menimbulkan diketemukannya
teori dan cara-cara baru di dalam proses belajar mengajar. Kedua perkembangan
di atas, dengan sendirinya mendorong timbulnya perubahan dalam isi maupun
strategi pelaksanaan kurikulum.
c. Pertumbuhan
yang pesat dari penduduk dunia. Dengan bertambahnya penduduk, maka makin
bertambah pula jumlah orang yang membutuhkan pendidikan. Hal ini menyebabkan
bahwa cara atau pendekatan yang telah digunakan selama ini dalam pendidikan
perlu ditinjau kembali dan kalau perlu diubah agar dapat memenuhi kebutuhan
akan pendidikan yang semakin besar. Ketiga faktor di atas itulah yang secara
umum banyak mempengaruhi timbulnya perubahan kurikulum yang kita alami dewasa
ini.
2.2
Masalah-masalah
yang muncul dalam perubahan Kurikulum
Sejarah menunjukkan bahwa sekolah
itu sangat sukar menerima pembaharuan. Ide yang baru tentang pendidikan
memerlukan waktu sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di
sekolah-sekolah.
Manusia itu pada umumnya bersifat
konservatif (tertutup) dan guru termasuk golongan itu juga. Guru-guru lebih
senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya karena cara
yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Mengadakan pembaharuan memerlukan
pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Tak semua orang suka bekerja lebih
banyak daripada yang diperlukan. Akan tetapi ada pula kalanya, bahwa guru-guru
tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena
peraturan-peraturan administratif. Guru itu hanya diharapkan mengikuti
instruksi atasan.
Pembaharuan kurikulum kadang-kadang
terikat pada tokoh yang mencetuskannya. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap
pula pembaharuan yang telah dimulainya itu. Dalam pembaharuan kurikulum
ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih “mudah” daripada menerapkannya
dalam praktik. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan, masih banyak
mengalami rintangan dalam penyebarluasannya, oleh sebab harus melibatkan banyak
orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi
sistem pendidikan.
Disadari atau tidak pembaharuan
kurikulum pastinya memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan
alat-alat pendidikan baru, yang tidak selalu dapat dipenuhi. Tak jarang pula
pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim
dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru sebelum terbukti
kelebihannya. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang
sehat, karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu
saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama.
BAB III
KESIMPULAN
Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari
pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan
sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan
masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Kurikulum adalah
suatu rencana tertulis yang berisi tentang ide-ide dan gagasan-gagasan yang
dirumuskan oleh pengembang kurikulum termasuk didalamnya kegiatan yang
dilakukan siswa dalam proses belajar.
Perubahan kurikulum disebabkan oleh perkembangan dan perubahan ilmu pengetahuan
dan teknologi, serta kekurangan dari kurikulum yang sebelumnya yang menuntut
adanya perubahan untuk mencapai hasil belajar dan tujuan pendidikan yan lebiah
baik. Dalam perubahan kurikulum dari tahun 1994, KBK, dan KTSP memiliki
karakteristik masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Hayuati, Dwikora. Bahan Ajar Sosiologi.
https://lilisdisdik.wordpress.com/2012/10/30/perubahan-kurikulum/Di akses tangggal 20 Maret 2018.
http://zulfaidah-indriana.blogspot.co.id/2013/02/perubahan-kurikulum-pendidikan-di.html diakses tgl 20 Maret 2018
Soekanto,
Soerjono. Sosiologi Pengantar.
No comments:
Post a Comment