BAB III
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
Kelompok Sosial atau Social Group adalah himpunan atau
kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan
antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal-balik
yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.
Pendekatan Sosiologis Terhadap
Kelompok-Kelompok Sosial
Tipe-tipe Kelompok Sosial
Kelompok -kelompok social yang
teratur adalah (1). Klasifikasi tipe-tipe kelompok social, (2) kelompok social
dipandang dari sudut individu, (3) In-Group Kelompok sosial, dengan mana
individu mengidentifikasikan dirinya.(4). Out-Group
Kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-groupnya.(5).
Kelompok Primer (Primary Group) atau Face to Face Group. Merupakan kelompok
sosial yang paling sederhana, di mana anggota-anggotanya
saling mengenal dan ada kerja sama yang erat.(6). Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok-kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungan tidak
perlu didasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.
(7). Paguyuban (Gemeinschaft) Bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan.(8). Patembayan (Gesselschaft) Ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.(9). Formal Group Kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotaanggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. (10). Informal Group Tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompokkelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulangkali, yang menjadi dasar bertemunya kepentingan-kepentingan dan
pengalaman-pengalaman yang sama.(12). Membership Group, Merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.(13). Reference Group
Kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan peilakunya.(14.) Kelompok Okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin mundarnya fungsi kekerabatan, dimana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis (15). Kelompok Volunter adalah kelompok orang yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapkan akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.
saling mengenal dan ada kerja sama yang erat.(6). Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok-kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungan tidak
perlu didasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.
(7). Paguyuban (Gemeinschaft) Bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan.(8). Patembayan (Gesselschaft) Ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.(9). Formal Group Kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotaanggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. (10). Informal Group Tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompokkelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulangkali, yang menjadi dasar bertemunya kepentingan-kepentingan dan
pengalaman-pengalaman yang sama.(12). Membership Group, Merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.(13). Reference Group
Kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan peilakunya.(14.) Kelompok Okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin mundarnya fungsi kekerabatan, dimana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis (15). Kelompok Volunter adalah kelompok orang yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapkan akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak
Teratur
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak
Teratur terdiri dari: (1) Kerumunan (Crowd) adalah individu yang berkumpul
secara bersamaan serta kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang
bersamaan. Bentuk kerumunan adalah formal dan ekspresif (direncanakan). Sifat
kerumunan (sementara), yaitu tidak menyenangkan, keadaan panic, kerumunan
penonton, (2) Publik, berbeda dengan kerumunan publik lebih merupakan kelompok
yang tidak merupakan kesatuan.
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat
Perkotaan
Masyarakat Setempat (Community)
Community adalah masyarakat yang bertempat
tinggal disuatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu, di mana factor
utama yang menjadi dasarnya adala interaksi yang lebih besar di antara anggota,
dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayah.
Tipe-tipe masyarakat setempat
Empat kriteria untuk klasifikasi
masyarakat, yaitu: (1) Jumlah penduduk; (2) Luas, kekayaan, dan kepadatan
penduduk daerah pedalaman; (3) Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap
seluruh masyarakat; dan (4) Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat
Perkotaan
Dalam masyarakat modern, sering
dibedakan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat. Masyarakat pedesaan
biasanya memiliki hubungan yang lebih erat, system kehidupan biasanya
berkelompok atas dasar kekeluargaan, umumnya hidup dari pertanian, golongan
orang tua memegang peranan yang penting,
dari sudut pemerintahan hubungan antara pengusa dan rakyat bersifat informal,
perhatian masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan keagamaan lebih
kental. Masyarakat perkotaan, jumlah penduduk yang tidak tentu, bersifat
individualis, pekerjaan lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih
sulit mencari pekerjaan, perubahan social terjadi secara cepat, menimbulkan
konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua, interaksi lebih
disebabkan factor kepentingan daripada factor pribadi, perhatian lebih pada
penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise, kehidupan
keagamaan lebih longgar.
Kelompok-Kelompok Kecil (Small Group)
Small group adalah suatu kelompok
yang secara teoritis terdiri paling sedikit dari dua orang, di mana orang-orang
saling berhubungan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu dan yang menganggap
hubungan itu sendiri, penting baginya.
Akhir-akhir ini para sosiolog banyak
menaruh perhatian pada penelitian small group karena hal-hal berikut ini.
Pertama, penelitian terhadap small group merupakan hal yang penting sebab
kelompok-kelompok kecil tadi mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat
dan juga terhadap perilaku sehari-harinya individu. Kedua, dalam
kelompok-kelompok kecil, pertemuan antara kepentingan social dengan kepentingan
individu, berlangsung secara tajam. Ketiga, small group pada hakekatnya
merupakan sel yang menggerakkan suatu organism yang dinamakan masyarakat.
Keempat, kelompok-kelompok kecil merupakan bentuk khusus dalam kerangka system
social secara keseluruhan.
Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika
kelompok social, setiap kelompok social pasti mengalami perkembangan serta
perubahan. Perubahan dalam setiap kelompok social, ada yang mengalami perubahan
secara lambat, namun ada pula yang mengalami perubahan secara cepat.
Di dalam
dinamika kelompok, mungkin terjadi antagonism antar kelompok. Apabila terjadi
peristiwa tersebut, secara hipotesis prosesnya adalah sebagai berikut. (1) bila
dua kelompok bersaing, maka akan timbul stereotip; (2) kontak antara kedua
kelompok yang bermusuhan tidak akan mengurangi sikap tindak bermusuhan
tersebut; (3) tujuan yang harus dicapai dengan kerja sama akan dapat
menetralkan sikap tindak bermusuhan; dan (4) di dalam kerja sama mencapai
tujuan, streotip yang semula negatif menjadi positif.
No comments:
Post a Comment