Saturday, April 21, 2018


         BAB III
                KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
Kelompok Sosial atau Social Group adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong.
Pendekatan Sosiologis Terhadap Kelompok-Kelompok Sosial
Tipe-tipe Kelompok Sosial
Kelompok -kelompok social yang teratur adalah (1). Klasifikasi tipe-tipe kelompok social, (2) kelompok social dipandang dari sudut individu, (3)  In-Group Kelompok sosial, dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya.(4). Out-Group Kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-groupnya.(5). Kelompok Primer (Primary Group) atau Face to Face Group. Merupakan kelompok sosial yang paling sederhana, di mana anggota-anggotanya
saling mengenal dan ada kerja sama yang erat.(6). Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok-kelompok yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungan tidak
perlu didasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.
(7). Paguyuban (Gemeinschaft) Bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan.(8). Patembayan (Gesselschaft) Ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka waktu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.(9). Formal Group Kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotaanggotanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya. (10). Informal Group Tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu atau yang pasti. Kelompokkelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulangkali, yang menjadi dasar bertemunya kepentingan-kepentingan dan
pengalaman-pengalaman yang sama.(12). Membership Group, Merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.(13). Reference Group
Kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan peilakunya.(14.) Kelompok Okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin mundarnya fungsi kekerabatan, dimana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis (15). Kelompok Volunter adalah kelompok orang yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapkan akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur 
Kelompok-kelompok Sosial yang Tidak Teratur  terdiri dari: (1) Kerumunan (Crowd) adalah individu yang berkumpul secara bersamaan serta kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk kerumunan adalah formal dan ekspresif (direncanakan). Sifat kerumunan (sementara), yaitu tidak menyenangkan, keadaan panic, kerumunan penonton, (2) Publik, berbeda dengan kerumunan publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan.
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat Setempat (Community)
Community adalah masyarakat yang bertempat tinggal disuatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu, di mana factor utama yang menjadi dasarnya adala interaksi yang lebih besar di antara anggota, dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayah.
Tipe-tipe masyarakat setempat
Empat kriteria untuk klasifikasi masyarakat, yaitu: (1) Jumlah penduduk; (2) Luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman; (3) Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat; dan (4) Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat. Masyarakat pedesaan biasanya memiliki hubungan yang lebih erat, system kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan, umumnya hidup dari pertanian, golongan orang tua memegang peranan yang  penting, dari sudut pemerintahan hubungan antara pengusa dan rakyat bersifat informal, perhatian masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan keagamaan lebih kental. Masyarakat perkotaan, jumlah penduduk yang tidak tentu, bersifat individualis, pekerjaan lebih bervariasi, lebih tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan, perubahan social terjadi secara cepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan orang tua, interaksi lebih disebabkan factor kepentingan daripada factor pribadi, perhatian lebih pada penggunaan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise, kehidupan keagamaan lebih longgar.


Kelompok-Kelompok Kecil (Small Group)
Small group adalah suatu kelompok yang secara teoritis terdiri paling sedikit dari dua orang, di mana orang-orang saling berhubungan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu dan yang menganggap hubungan itu sendiri, penting baginya.
Akhir-akhir ini para sosiolog banyak menaruh perhatian pada penelitian small group karena hal-hal berikut ini. Pertama, penelitian terhadap small group merupakan hal yang penting sebab kelompok-kelompok kecil tadi mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat dan juga terhadap perilaku sehari-harinya individu. Kedua, dalam kelompok-kelompok kecil, pertemuan antara kepentingan social dengan kepentingan individu, berlangsung secara tajam. Ketiga, small group pada hakekatnya merupakan sel yang menggerakkan suatu organism yang dinamakan masyarakat. Keempat, kelompok-kelompok kecil merupakan bentuk khusus dalam kerangka system social secara keseluruhan.
Dinamika Kelompok Sosial
            Dinamika kelompok social, setiap kelompok social pasti mengalami perkembangan serta perubahan. Perubahan dalam setiap kelompok social, ada yang mengalami perubahan secara lambat, namun ada pula yang mengalami perubahan secara cepat.
            Di dalam dinamika kelompok, mungkin terjadi antagonism antar kelompok. Apabila terjadi peristiwa tersebut, secara hipotesis prosesnya adalah sebagai berikut. (1) bila dua kelompok bersaing, maka akan timbul stereotip; (2) kontak antara kedua kelompok yang bermusuhan tidak akan mengurangi sikap tindak bermusuhan tersebut; (3) tujuan yang harus dicapai dengan kerja sama akan dapat menetralkan sikap tindak bermusuhan; dan (4) di dalam kerja sama mencapai tujuan, streotip yang semula negatif menjadi positif.



No comments:

Post a Comment